12 November 2008

Pencemaran Pantai Utara Jakarta Menyerupai Minamata

Tanggal : 12 November 2008
Sumber: http://www.detiknews.com/read/2008/11/12/162154/1035836/10/pencemaran-pantai-utara-jakarta-menyerupai-minamata


Jakarta - Tingkat pencemaran di Pantai Utara Jakarta ditengarai sudah sangat parah. Bahkan salah seorang anggota Komisi VII DPR RI menpersamakan dengan pencemaran di Teluk Minamata, Jepang yang merenggut ratusan nyawa.

"Kita concern terutama adanya kerang-kerang hijau yang sudah ada gejala seperti di Minamata, terkena merkuri berat," ujar anggota Komisi VII DPR RI, Ade Daud Nasution usai melakukan pertemuan dengan Pemprov DKI Jakarta di Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (12/11/2008)

Kasus Minamata terjadi sekitar tahun 1960-an. Saat itu ribuan penduduk yang tinggal di sekitar Teluk Minamata, Jepang, mengalami kerusakan otak, mati rasa, gemetar, kehilangan penglihatan dan pendengaran. Semua penyakit itu muncul gara-gara makan ikan yang mengandung merkuri. Pada awalnya penyebab keracunan itu tidak diketahui, namun kemudian terbukti keracunan disebabkan oleh limbah merkuri (Hg) yang berasal dari pabrik permen Chisso.

Lebih lanjut, Ade yang dari Fraksi Bintang Reformasi (FBR) mempertanyakan keberadaan hutan mangrove di Pantai Ancol yang terkikis ombak.

"Kita sudah pergi di Ancol, kelihatannya banyak hutan mangrove hilang semua, alasannya karena abrasi. Ya kalau tipis, cuma 30 cm ya habis dong. Kan peraturannya harus 100 cm, dalam hal ini kita harus concern pada Amdal. Jadi jangan tanah dikorbankan. Itukan sebenarnya tidak boleh ditanami," keluh Ade Daud.

"Ini dari zaman Soeharto, ini gara-gara anak Soeharto," tambah Ade Daud

Menanggapi keluhan Ade Daud, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto berjanji pihaknya akan terus menanami mangrove di Ancol.

"Kalau mangrove akan kita tanami terus. Upaya penanaman selalu ada. Tapi selalu diterjang ombak. Mengapa diterjang ombak, kita terus kaji," katanya.

Lebih lanjut Prijanto mengatakan agar tak diterjang ombak lagi, Pemprov DKI akan menanam mangrove di belakang tanggul yang sudah dibuat, agar mangrove yang kecil aman.(gun/iy)

Ribuan Ikan Mati di Bolaang Mongondow Selatan

Tanggal : 12 November 2008
Sumber : http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/11/12/ 01080423/ ribuan.ikan. mati.di.bolaang. mongondow. selatan


Manado, Kompas - Ribuan ikan, udang, dan belut di Sungai Bilantungan mati. Diduga, hal itu akibat sungai yang terletak di Desa Tolondadu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, tercemar limbah tambang emas.

Mohammad Ghalib, warga Tolondadu yang melapor ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Pemerintah Provinsi Sulut, Selasa (11/11), menyatakan, pekan lalu sungai tersebut dipenuhi cairan berwarna kehitaman. Saat itulah ribuan ikan, belut, dan udang mati mengambang di air.

Oleh karena itu, Ghalib bersama dengan sejumlah warga lain meminta Pemprov Sulut segera mencari tahu penyebab kematian ikan tersebut.

Warga menduga cairan kehitaman itu berasal dari limbah perusahaan tambang emas yang beroperasi di sana.

Kepala BPLH Sulut Boy Tamon berjanji akan segera menurunkan tim untuk melakukan survei di Sungai Bilantungan.

Sungai Bilantungan menjadi sumber penghidupan warga tiga desa, yaitu Tolondadu I, Tolondadu II, dan Tolondadu Induk.Rata Penuh

Menurut Ghalib, sekitar 1.500 warga menggantungkan hidup pada sungai tersebut. "Sungai itu merupakan sumber air dan tempat kami menangkap ikan," katanya. (ZAL)