01 Agustus 2008

JRF Kumpulkan US$ 84 Juta untuk Korban Gempa

Tanggal : 1 Agustus 2008
Sumber:
http://us.rd.yahoo.com/dailynews/rss/search/gempa/SIG=12outjcsc/*http%3A//www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=10849


Yogyakarta, CyberNews. Java Reconstruction Fund (JRF) berhasil mengumpulkan dana lebih dari 84 juta dolar As dari sejumlah lembaga donor. Dana ini akan digunakan untuk bantuan rekonstruksi pasca gempa dan tsunami di sejumlah daerah di Indonesia.

Menurut Nia Sarinastiti dari Java Reconstruction Fund (JRF) wilayah yang akan dibantu meliputi Yogyakarta, Klaten, Jawa Tengah dan Pangandaran, Jawa Barat. Untuk menyukseskan program ini, JRF menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah di wilayah bersangkutan.

"Portofolio empat proyek telah dialokasikan untuk mendukung masyarakat di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat untuk membangun kembali komunitas mereka," terang Nia Sarinastiti .

Lebih lanjut dijelaskan bahwa JRF akan fokus pada rehabilitasi dan pembangunan sarana tempat tinggal, dan infrastruktur masyarakat. Sementara untuk mengurangi kesenjangan masyarakat JRF akan mendanai rehabilitasi mata pencaharian mereka.

30 Juli 2008

Tanggal : 30 Juli 2008
Sumber :
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/30/pembalakan-liar-rusakkan-2-4-juta-hektare-hutan


Bandarlampung, (ANTARA News) - Kerusakan hutan di Indonesia akibat "illegal logging" setiap tahunnya mencapai 1,6 juta hingga 2,4 juta hektare.

"Faktor yang memberi peluang illegal logging adalah peraturan perundang-undangan dan pengamanan hutan yang lemah, kekacauan politik, aspek partisipasi masyarakat di sekitar hutan lemah dan lain-lain," kata Rektor yang juga guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur, Prof Dr Ir Ariffien Bratawinata, M.Agr, di Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Menurutnya, kondisi hutan Indonesia sekarang telah mengalami degradasi yang tidak terkendali, areal hutan semakin rusak dan menyusut akibat konversi dan pengelolaan yang sembarangan.

"Degradasi yang paling dominan diakibatkan oleh kebakaran hutan, illegal logging dan konversi hutan," kata dia.

Kebakaran hutan berdampak sangat besar terhadap keanekaragaman hayati.

Ia mencontohkan kebakaran hutan di Kalimantan Timur pada 1982-1983 mencapai 3,2 juta ha dan pengulangan kembali tahun 1993-2001 mencapai 1,087 juta ha.

Sementara konversi hutan dari hutan alam menjadi hutan perkebunan dan pertambangan pun dari waktu ke waktu semakin bertambah.

"Lebih ironis lagi, banyak kawasan hutan lindung yang dijadikan daerah pertambangan. Padahal secara aturan, hutan lindung tidak boleh diusik sebab fungsinya untuk mencegah erosi, longsor dan banjir," jelas dia.

Ia lebih lanjut mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati, yang jumlahnya mencapai 1,3 persen dari total luas daratan di dunia.

Indonesia mempunyai 10 persen dari total luas hutan dunia dengan kekayaan jenis yang sangat besar.

Selain itu terdapat pula 37.000 jenis tumbuh-tumbuhan dimana 400 jenis diantaranya merupakan jenis yang bernilai ekonomi tinggi.(*)