17 November 2007

971 km ekosistem pantura rusak

Tanggal : 17 September 2007
Sumber : http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=15091&Itemid=54


DEMAK - Sepanjang 971 kilometer Pantura Jawa kini dalam keadaan memperihatinkan. Bahkan telah mengalami degradasi fungsi. Khususnya ketika abrasi, reklamasi dan pencemaran yang mengakumulasi, telah akibatkan rusaknya ekosistem pantai.


Demikian Dirjen Pengawas dan perlindungan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP, Dr Ir Adji Sularso MSi, dalam perayaan Hari Bahari Nusantara di Pantai Morosari Sayung, Sabtu (15/12). Dituturkan, kondisi lingkunan pantai dan laut Jawa saat ini relatif kurang baik. Bahkan cenderung memperihatinkan, sehingga perlu segera dilakukan rehabilitasi sebagai upaya pemulihan.


"Apalagi melihat potensi kelautan yang saat ini sudah pada ambang overfishing. Tidak boleh tidak, harus ada tindakan tegas terkait pembatasan jumlah pemanfaatnya. Jika tidak ingin potensi perikanan di laut Jawa minus," ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan, diperlukan waktu yang tak sebentar untuk memulihkan kondisi ekosistem pantai berikut hutan mangrove dan terumbu karangnya.


Karenanya, Adji Sularso meminta, upaya mitigasi bencana dan pencemaran adalah upaya prioritas yang ditempuh Departemen Kelautan dan Perikanan. Dimaksudkan untuk mengembalikan produktivitas serta kelestarian habitat wilayah pesisir juga pulau-pulau kecil lainnya.


Menurut Kepala Subdirektorat Mitigasi Bencana dan Pencemaran Lingkungan DKP Dr Ir Subandono Diposaptono MEng, pencegahan terjadinya bencana khususnya di wilayah pesisir dapat dimulai dari diri kita sendiri. Antara lain dengan menyumbangkan satu bibit mangrove serta tidak membuang sampah sembarangan per orang, sehingga dapat menghemat biaya pengadaan bibit mangrove.


"Dengan begitu, rehabilitasi pantai sepanjang pulau Jawa yang pastinya tidak sedikit nominalnya tersebut dapat dialihkan untuk pemeliharaan juga pemasangan APO (alat pemecah ombak), atau upaya perbaikan lainnya. Seperti penanganan overfishing melalui upaya restocking bibit kepiting atau udang," tuturnya.


Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM yang hadir pula pada pencanangan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL) menjelaskan, kerusakan di pantai Demak yang terjadi akibat abrasi telah mencapai 500 hektar lebih. Menurut bupati, sejauh ini swadaya masyarakat pesisir Demak sangat bagus.


Subandono menambahkan, kerusakan pesisir Demak akan lebih efektif jika ditanggulangi dengan penanaman mangrove dilengkapi alat pemecah ombak (APO). Sehingga kerusakan tidak bergeser, bahkan lambat laun nantinya APO dan mangrove justru membentuk sedimen alami.

Tidak ada komentar: